Rabu, 14 November 2018

Aku jarang...



-Aku jarang mengunci pintu rumah, karena ibu selalu pulang larut dan ayahku tertidur di ruang tamu –berjaga-jaga. Aku seharusnya tidak begitu, sekarang makam ayah dan ibu di kerumuni orang, karena perampok masuk dan membantai mereka –aku beranjak dari makam dan terbang, sesuatu menungguku.



-Aku jarang melongok kolong kasur padahal sering ada decit dari bawah tempat tidurku. Aku sering mendengar seseorang bernafas di telingaku sampai akhirnya aku sadar itu bukan decit bawah kasur, tapi jendelaku yang berkibas karena selalu lupa di tutup.



-Anak tetangga baruku sangat aneh, dia berdiri seharian di depan jendela –menatapi rumah kami, bahkan kadang aku yakin jika anak itu memandangiku. Lalu sore ini mereka berdua datang untuk bertamu ke rumahku, aku bertanya mana anak laki-lakinya –suami istri itu saling berpandangan dan istrinya menangis, anak mereka telah lama meninggal.



-Di kampungku sedang heboh setan kepala buntung, mengejar-ngejar orang yang kebetulan keluar malam. Sampai pada giliranku untuk ronda dan aku ketiduran, di pos itu sudah tidak ada siapa-siapa saat aku bangun –hanya seseorang tanpa kepala yang barusan membangunkanku.

Aldy Verdiana

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar

 
biz.