-Aku jarang mengunci pintu rumah, karena ibu selalu pulang
larut dan ayahku tertidur di ruang tamu –berjaga-jaga. Aku seharusnya tidak
begitu, sekarang makam ayah dan ibu di kerumuni orang, karena perampok masuk
dan membantai mereka –aku beranjak dari makam dan terbang, sesuatu menungguku.
-Aku jarang melongok kolong kasur padahal sering ada decit
dari bawah tempat tidurku. Aku sering mendengar seseorang bernafas di telingaku
sampai akhirnya aku sadar itu bukan decit bawah kasur, tapi jendelaku yang berkibas
karena selalu lupa di tutup.
-Anak tetangga baruku sangat aneh, dia berdiri seharian di
depan jendela –menatapi rumah kami, bahkan kadang aku yakin jika anak itu
memandangiku. Lalu sore ini mereka berdua datang untuk bertamu ke rumahku, aku
bertanya mana anak laki-lakinya –suami istri itu saling berpandangan dan
istrinya menangis, anak mereka telah lama meninggal.
-Di kampungku sedang heboh setan kepala buntung,
mengejar-ngejar orang yang kebetulan keluar malam. Sampai pada giliranku untuk
ronda dan aku ketiduran, di pos itu sudah tidak ada siapa-siapa saat aku bangun
–hanya seseorang tanpa kepala yang barusan membangunkanku.


0 komentar:
Posting Komentar