Rabu, 14 November 2018

Kakek bilang...



Kakek bilang jika datang bulan ramadhan, semua setan bakal diborgol dan tidak dibiarkan keluar. Tapi hari jumat kemarin, saat pulang tarawih –tidak seperti itu kenyataannya. Jarak masjid ke rumah kakek cukup jauh, sekitar setengah kilometer. Jalanannya adalah setapak tanah yang terkadang banyak lubang di sana-sini –itu sebabnya aku bawa senter. Apalagi kalau sudah turun hujan, kusarankan memakai sepatu bot karena kalian pasti terpeleset di satu-dua lubang yang tergenang air.

Malam itu aku pulang bersama dodi, sahabatku sejak SD. Kiri-kanan kami menjulang pohon-pohon kelapa nan tinggi. Sesekali angin dingin membelai tengkukku, aku mempercepat langkah kalau sudah begitu. Pertama ada suara gemerisik entah dari mana, aku menoleh kiri-kanan –tidak ada apapun. Tapi dodi terpaku, dia menyorot salah satu pohon kelapa dengan senternya dari bawah ke atas –giginya bergemelutuk. Pohon kelapa itu bergoyang-goyang, daun-daunnya yang hitam dan lurus seakan tertiup angin malam. Sampai akhirnya aku sadar, itu bukan daun kelapa –itu rambut. Aku melangkah mundur dan menyeret dodi pelan-pelan. Tapi tubuhnya begitu berat dan kakiku gemetar.

Tingginya hampir empat meter, tubuhnya begitu ramping dan putih pucat seperti pohon kelapa. Dia masih bergoyang-goyang entah apa maksudnya. Sampai akhirnya sesuatu bergedebuk jatuh. Tadinya kupikir batu atau buah kelapa namun ketika kusorot dengan senter, wajah itu menyeringai. Aku lari sekencang yang aku bisa, meninggalkan dodi yang akhirnya pingsan.

Paginya kakek baru memberi tahuku jika yang dia maksud setan adalah yang menggoda manusia. Kalau yang semalam itu adalah jin, dia hanya mengganggu manusia. Lalu yang semalam, kakek bilang desa ini sudah tidak punya lagi pohon kelapa satupun

Aldy Verdiana

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar

 
biz.